Selasa, 09 Juni 2015

Sejarah PT Pupuk Iskandar Muda


PT Pupuk Iskandar Muda
http://pupuk-indonesia.com/images/thumbnails/images/logo_iskandar_muda-80x80.jpg
 









Berdiri atas dasar Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita SH No. 54 pada tanggal 24 Februari 1982 dengan nama PT Pupuk Iskandar Muda (Persero) dan beroperasi di Lhokseumawe Nangroe Aceh Darussalam dengan bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk serta Bahan Kimia Lain. PT Pupuk Iskandar Muda. Merupakan pabrik pupuk urea ke 11 di Indonesia dan merupakan pabrik pupuk urea ke 2 setelah PT AAF di Propinsi Aceh. Kapasitas terpasang PIM-1 dan PIM-2 per tahun adalah 1.140.000 ton urea dan 766.000 amonia. Perusahaan ini mempunyai satu anak perusahaan yakni PT Ima Persada. Kepemilikan Saham PT Pupuk Iskandar Muda adalah PT Pupuk Indonesia Persero sebesar 99,99% dan Yayasan Kesejahteraan PT Pupuk Iskandar Muda sebesar 0,01%.

http://www.pim.co.id/images/content-images/sekilas_2.jpgGambaran Singkat Perusahaan








PT Pupuk Iskandar Muda atau dengan nama lain PT PIM adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak dibidang industri pupuk urea dan industri kimia lainnya, merupakan pabrik pupuk urea pertama di Indonesia yang dibangun oleh putra – putri Indonesia dengan kontraktor nasional PT Rekayasa Industri, sebagai proyek berskala besar pertama yang dipercayakan Pemerintah kepada kontraktor nasional. Didirikan Berdasarkan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita SH No. 54 pada tanggal 24 Februari 1982, dengan nama PT Pupuk Iskandar Muda. Penetapan lokasi pembangunan pabrik PT PIM di Lhokseumawe – Aceh Utara berdasarkan faktor kesediaan cadangan gas bumi sebagai sumber bahan baku, fasilitas water intake dan adanya sarana pelabuhan sebagai tempat bongkar muat peralatan pabrik, serta letak yang sangat strategis bagi negara tujuan ekspor.
Pembangunan Pabrik PIM-1 selesai tahun 1984 dengan total investasi sebesar US$ 308,4 juta, sedangkan Pabrik PIM-2 selesai dibangun pada tahun 2005 dengan total investasi sebesar US$ 310,2 juta.

Pabrik PT PIM terdiri dari :
  • Unit Pabrik Urea Prill (Pabrik Urea 1) dengan kapasitas produksi sebesar 570.000 ton/tahun, menggunakan teknologi Mitsui Toatsu Jepang.
  • Unit Pabrik Amonia (Pabrik Amonia 1) dengan kapasitas produksi sebesar 386.000 ton/tahun menggunakan teknologi Kellog Amerika.
  • Unit Pabrik Urea Granule ( Pabrik Urea 2 ) dengan kapasitas produksi sebesar 570.000 ton/tahun, menggunakan teknologi Toyo Acces dari Jepang.
  • Unit Pabrik Amonia (Pabrik Amonia 2) dengan kapasitas produksi sebesar 396.000 ton/tahun menggunakan teknologi Kellog Amerika.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, berkaitan dengan perubahan modal sesuai dengan Akte Notaris B.R.AY. Mahyastoeti. Notonegoro, S.H. No. 01 tanggal 02 Januari 2012, Akte Notaris Lumassia, SH No. 10 tanggal 19 Januari 2012 dan Akte Notaris Lumassia, SH No. 02 tanggal 07 Februari 2012 yang dibuat berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 54 tanggal 22 Desember 2011, tentang penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham PT Pupuk Iskandar Muda yang selanjutnya dialihkan seluruhnya ke dalam modal saham perusahaan perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja, sehingga susunan modal saham 99,99955% PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) dan 0,00045% Yayasan Kesejahteraan Karyawan (YKK) PT PIM.

AWAL KEBERADAAN INDUSTRI PUPUK
A.   Sejarah PIM
PT Pupuk Iskandar Muda adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang industri pupuk serta industri kimia lainnya. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Februari tahun 1982 dan mulai beroperasi secara komersil pada tahun 1985.
Pembangunan proyek pabrik PIM ini awalnya dirintis PT. Pusri Palembang sejak tahun 1981. Penandatanganan kontrak pembangunan pabrik dilakukan 02 Oktober 1981 antara Pemerintah RI yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian c/q Dirjen Industri Kimia Dasar dengan kontraktor utama PT. Rekayasa Industri dari Indonesia dan Toyo Engineering Corporation dari Jepang.

Pembangunan pabrik dimulai 13 Maret 1982, dan dapat diselesaikan 3 bulan lebih awal dari rencana. Pada akhir tahun 1984 pabrik mulai berproduksi, pengapalan perdana dilakukan 7 Pebruari 1985, pada tanggal 20 Maret 1984 pabrik diresmikan oleh Presiden RI dan operasi komersial dimulai 1 April 1985.

Pabrik PT. Pupuk Iskandar Muda ini merupakan pabrik pupuk Urea ke-11 di Indonesia dan pabrik ke-2 di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain sedang membangun proyek PIM-2, pada saat ini PT. Pupuk Iskandar Muda baru memiliki 1 unit pabrik yang terdiri dari :
  • l Unit Urea, menggunakan teknologi Mitsui Toatsu, Jepang, dengan kapasitas desain sebesar 1.725 ton urea / hari.
  • l Unit Amoniak, menggunakan teknologi Kellogg, Amerika, dengan kapasitas desain 1.000 ton amoniak/hari yang telah dioptimalkan menjadi 1.170 ton amoniak / hari.
Produk yang dihasilkan berupa amoniak dan pupuk urea yang mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) serta Sistem Manajemen Mutu yang diakui Internasional, berupa sertifikat ISO 9002. Selain itu dihasilkan pula produk samping associated gas seperti karbon dioksida, dry ice, nitrogen dan oksigen.

PT Pupuk Iskandar Muda senantiasa memelihara dan peduli terhadap lingkungan dalam kegiatan usahanya. Atas upaya tersebut, PT Pupuk Iskandar Muda telah berhasil mendapatkan pengakuan internasional berupa Sertifikat ISO 14001.

Distribusi pupuk untuk sektor pertanian di wilayah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Riau dilaksanakan oleh PT Pupuk Iskandar Muda dan sebagian oleh PT. Pusri; sedangkan distribusi dalam negeri lainnya dilaksanakan oleh PT Pusri. PT Pupuk Iskandar Muda melakukan pula penjualan urea ekspor dengan negara tujuan ekspor antara lain Vietnam, Thailand, Malaysia, Myanmar, Taiwan dan Philipina.
PT Pupuk Iskandar Muda atau biasa disebut PT PIM adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea dan ammonia.
PT PIM hadir di antara gemuruh semangat swadaya dan swakarya bangsa di bidang ilmu pengetahuan dan rekayasa teknologi, dan dengan itu pula PT PIM merupakan pabrik pupuk skala besar pertama yang dibangun oleh putra-putri bangsa melalui kontraktor nasional PT Rekayasa Industri pada tahun 1982.
PT PIM berdiri dengan strategi untuk mencukupi kebutuhan pupuk urea di kawasan Indonesia bahagian barat yang secara geografis termasuk kawasan pertanian, setelah sebelumnya kebutuhannya dirintis oleh PT Pusri Palembang. Maka kehadiran PT PIM dapat memenuhi kebutuhan pupuk untuk petani dan perkebunan yang sangat luas di wilayah Sumatera bagian utara (Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat). Posisi PT PIM juga sangat strategis untuk mengekspor kelebihan produknya ke negara-negara tetangga karena secara topografis sangat dekat.
Dengan memanfaatkan tersedianya cadangan gas alam besar yang ditemukan di Desa Arun, Kabupaten Aceh Utara serta sumber air yang mengalir dari pegunungan di Aceh melalui Sungai Peusangan, PT PIM berdiri dengan kapasitas sama dengan pabrik-pabrik pupuk yang sebelumnya dibangun pemerintah yaitu 570.000 ton/tahun dan ammonia 386.000 ton/tahun, merupakan pabrik pupuk urea ke-11 di Indonesia.
Saat ini PT PIM memiliki 2 unit pabrik yang memproduksi urea jenis prill (butiran) dan granule (tablet) yang masing-masing berkapasitas sama. Kedua jenis urea itu diproyeksikan dapat mensuplai pupuk nasional setiap tahun dan bahkan dapat mengekspor melalui fasilitas pelabuhan sendiri.
PT PIM berjarak 274 KM arah tenggara Banda Aceh atau 335 KM arah barat laut Medan, dapat dijangkau melalui darat, laut maupun udara. Terletak di kawasan industri Lhokseumawe tepat di tepi Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia. Artinya posisi PT PIM merupakan kawasan prospektif yang sangat menguntungkan untuk pengembangan bisnis. Apalagi tepat berada di jantung provinsi Aceh yang memiliki kawasan dan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan, maka sempurnalah keuntungan posisi PT PIM sebagai perusahaan yang terus maju dan berkembang di masa depan.

B.   Pengembangan Bisnis
Program kegiatan bidang penelitian dan pengembangan adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan (Development)
a. Pengembangan Adsorben Sulfur Removal (PIMIT)
Komponen utama dalam gas bumi yang diperlukan dalam pembuatan pupuk adalah senyawa methane, namun dalam kenyataannya ada senyawa-senyawa ikutan yang tidak diinginkan karena dapat mengganggu/toxic pada saat proses produksi. Salah satu senyawa yang dapat mengganggu proses produksi adalah adanya senyawa Hidrogen Sulfida (H2S) karena dapat meracuni katalis dan juga mempercepat korosif.

Dalam proses pembuatan pupuk, kandungan H2S yang ditolerir  maksimal 5 ppm, kandungan H2S untuk Sumatera Bagian Utara & Aceh cukup tinggi (onshore dan offshore) sedangkan adsorben yang ada di pasaran saat ini kurang memadai namun kalaupun ada harganya cukup tinggi.

PT PIM bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Fakultas Teknologi Industri Jurusan Teknik Kimia telah melakukan penelitian untuk membuat adsorben sulfur removal ini dalam beberapa tahap :
  • Tahap-1 : Pengujian skala laboratorium di ITB, tahun 1997
  • Tahap-2 : Pengujian Laboratorium di ITB, tahun 1999
  • Tahap-3 : Pembuatan adsorben desulfurisasi skala pabrik kapasitas 2 ton/hari, tahun 2007
Dari hasil penelitian telah ditemukan formula dan teknologi proses pembuatan adsorben sulfur removal yang kualitas daya serapnya lebih baik dibandingkan dengan adsorben luar yang saat ini ada dipasaran.
 
b. Pupuk NPK (Nitrogen, Phosfor, Kalium)
Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan produksi pangan nasional guna mencapai swasembada pangan. Konsekuensi yang muncul dari upaya tersebut adalah peningkatan kebutuhan sarana produksi pertanian nasional, salah satunya adalah pupuk. Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan kebutuhan dan konsumsi pupuk nasional yang semakin meningkat adalah dengan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk terutama dengan meningkatkan penggunaan pupuk majemuk sebagai pengganti pupuk tunggal.
Meningkatnya kesadaran dan tuntutan akan efisiensi dalam penggunaan pupuk menyebabkan permintaan pupuk majemuk khususnya NPK semakin meningkat, termasuk dari wilayah Sumatera bagian Utara. Peluang pengembangan inilah yang dimanfaatkan oleh PT PIM dengan memproduksi pupuk NPK.
 
2. Penelitian (Research)
a. Pupuk Kimia Organik (KIMO)
Limbah cair pabrik berpotensi mencemari lingkungan khususnya perairan laut dimana effluent limbah tersebut terdapat, hal ini disebabkan karena limbah cair tersebut masih mengandung unsur-unsur Amonia (NH3) dan urea (NH2CONH2) yang merupakan racun bagi biota air namun merupakan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman.

Pupuk organik dapat menyuburkan tanaman, namun unsur hara Nitrogen yang dikandungnya relative rendah, sehingga dengan mengkombinasikan pupuk organik dengan limbah cair pabrik dapat menghasilkan pupuk organik dengan kandungan Nitrogen yang memadai.

Tujuan penelitian :
·         Mengurangi atau menghilangkan biaya pengolahan limbah cair pabrik dengan cara memanfaatkannya untuk pembuatan pupuk Kimia Organik (Kimo)
·         Membuat pupuk organik dengan kandungan Nitrogen > 5 % (Pupuk Organik pada umumnya mengandung Nitrogen < 2 %)
·         Membuka peluang usaha yang dapat memberi keuntungan bagi perusahaan.

b. Demonstrasi Plot (Demplot)
1. Demplot Pupuk Urea Granul
Pupuk Urea jenis granul merupakan produk baru PT PIM yang akan diproduksi secara masal. Sebelum dilepas ke pasaran maka dilakukan terlebih dahulu ujicoba melalui demplot pada tanaman pangan dan hortikultura sekaligus untuk mensosialisasikan produk urea granul.
Ukuran urea granul lebih besar dibandingkan urea prill yaitu berkisar antara 2 – 4 mm, sehingga kelarutan urea granul lebih lama dan lebih optimal diserap oleh tanaman, sedangkan komposisi atau kandungannya sama seperti urea prill. Perbadaanya hanya terletak pada bentuk dan pemakaiannya saja.
Pupuk urea granul ini rencananya akan dipasarkan terutama untuk Propinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Tujuan dari ujicoba ini adalah :
1.      Sebagai percontohan bagi masyarakat/petani dalam hal penggunaan pupuk urea granul pada tanaman padi, jagung dan hortikultura lainnya untuk meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani.
2.      Mengkaji respon pemupukan tanaman padi, jagung dan hortikultura terhadap penggunaan pupuk Urea Granul dari segi peningkatan hasil panen
3.      Parameter yang diamati dalam pelaksanaan Demplot tersebut adalah perolehan hasil panen dan analisa ekonomi terhadap nilai tambah yang kemungkinan dapat diperoleh pada aplikasi penggunaan pupuk Urea Granul dibandingkan dengan penggunaan pupuk Urea Prill dalam satu siklus produksi.
http://www.pim.co.id/images/content-images/bangbisnis-1.jpg
Panen Demplot Tanaman Padi dengan menggunakan Pupuk Urea Granule
http://www.pim.co.id/images/content-images/bangbisnis-2.jpg
Percobaan Uji pupuk Urea Granul terhadap demplot tanaman padi
http://www.pim.co.id/images/content-images/bangbisnis-3.jpg
Percobaan Uji pupuk Urea Granul terhadap demplot tanaman jagung

2. Demplot Pupuk PIM Organik
Pada tahun 2011 PIM akan memproduksi pupuk organik (PIM Organik) yang akan dipasarkan di daerah Propinsi Aceh dan Sumatera Utara . Sebelum pupuk organik dilepas ke pasaran, untuk melihat respon pupuk tersebut terhadap tanaman maka dilakukan Demonstrasi Plot (Demplot) sekaligus untuk memperkenalkan produksi PIM Organik dan sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada masyarakat petani.
Tujuan Penelitian :
1.      Sebagai percontohan bagi masyarakat dan petani dalam hal penggunaan pupuk organik untuk tanaman padi
2.      Memperkenalkan kepada masyarakat dan petani cara penanaman padi dengan pola tanam System Rice of Intensification (SRI)
3.      Mengkaji respon pemupukan terhadap tanaman padi dengan menggunakan pupuk PIM Organik.
http://www.pim.co.id/images/content-images/bangbisnis-4.jpg
Pupuk PIM Organik
http://www.pim.co.id/images/content-images/bangbisnis-5.jpg
Demplot Pupuk PIM Organik

c. Pupuk Hayati
Penelitian ini dilakukan bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan tujuan untuk mendukung kemandirian industri kimia dan petrokimia khususnya industri pupuk berbasis sumber daya lokal.
Bahan baku (matrik/carrier) disediakan oleh PIM dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia, sedangkan mikroba hayati dikembangkan oleh BPPT, kemudian diujicoba respon pupuk hayati tersebut pada tanaman Hortikultura.

MANFAAT INDUSTRI PUPUK
Manfaat dan fungsi pupuk urea :
1.     Pupuk urea membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar.
2.     Pupuk urea juga mempercepat pertumbuhan tanaman. Kondisi tanaman akan makin tinggi, dengan jumlah anakan yang banyak.
3.     Pupuk urea juga mampu menambah kandungan protein di dalam tanaman.
4.     Pupuk urea bersifat universal dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

PT. Pupuk Iskandar Muda melakukan pembinaan lingkungan berdasarkan peraturan perundang-undangan perseroan terbatas Nomor: 40 tahun 2007 pasal 74 tentang tanggungjawab sosial perusahaan terhadap lingkungan.
Pembinaan dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lingkungan melalui kemampuan teknik produksi/pengolahan, manajemen dan pemasaran, sehingga Usaha Kecil yang di bina dapat tumbuh, berkembang, mandiri dan berkelanjutan.


Wilayah Pembinaan
Kegiatan Pembinaan Usaha Kecil dan koperasi dimulai sejak tahun 1986 sampai saat ini dengan wilayah binaan pada awalnya mencakup seluruh Dati II Propinsi Aceh, namun sejak tahun 1996 pembagian wilayah/rayonisasi pembinaan  Usaha Kecil dan Koperasi untuk BUMN ditetapkan berdasarkan SK Gubernur Propinsi Aceh setiap tahunnya, hingga tahun 2003 wilayah Pembinaan UK & Kop PT. PIM di Prop. Aceh adalah  :
  • Kabupaten Aceh Utara
  • Kabupaten Bireun
  • Aceh Tengah
  • Pidie
  • Kodya Banda Aceh
  • Aceh Besar
  • Aceh Selatan

TANTANGAN KEDEPAN INDUSTRI PUPUK
Menperingatkan Ketersediaan Pasokan Gas
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perindustrian menyatakan, ketersediaan pasokan gas menjadi salah satu faktor penting untuk menggerakkan motor industri manufaktur. Hal ini diperlukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri dan berkompetisi di pasar internasional.

"Ketersediaan pasokan gas menjadi faktor kunci dalam menggerakkan kegiatan operasi industri manufaktur," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, beberapa industri tersebut antara lain merupakan industri andalan, seperti keramik, kaca, logam, tekstil, serta makanan dan minuman. Industri-industri tersebut, tambahnya, sangat prospektif, baik dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk berkompetisi di pasar internasional.

Kebutuhan gas bumi untuk industri, menurut Hidayat, saat ini mencapai 2.129,57 juta kali kubik (MMSCFD), yang mencakup kebutuhan untuk bahan baku sebesar 1.022,00 MMSCFD dan untuk energi sebesar 1.107,57 MMSCFD. Hidayat meyakini kebutuhan gas tersebut makin meningkat seiring rencana pengembangan industri ke depan.

Untuk itu, dia mengatakan, guna pengembangan industri yang berkesinambungan dan berdaya saing, perlu didukung adanya jaminan pasokan bahan baku dan energi, dalam hal ini gas, untuk jangka panjang.

Selain itu, lanjut dia, pemanfaatan gas bumi sebagai bahan baku industri dalam negeri tentunya sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri yang mendukung peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Hidayat menjelaskan, dengan terus membaiknya kinerja sektor industri non-migas dalam tiga tahun terakhir dan peningkatan laju investasi, maka pertumbuhan industri non-migas diperkirakan bisa mencapai sedikitnya 6,8 persen pada tahun ini.

Menurutnya, industri pupuk, kimia dan barang dari karet, industri semen dan barang galian bukan logam, industri makanan dan minuman, serta industri otomotif diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan sektor industri.

Meskipun diprediksi dapat tumbuh cukup tinggi pada tahun mendatang, lanjut dia, namun sektor industri masih menghadapi tantangan yang cukup besar.

Kondisi infrastruktur yang belum memadai dan mahalnya biaya investasi, menurutnya, akan menjadi kendala tersendiri. Dan, tambahnya, sektor itu juga masih berhadapan dengan berbagai permasalahan terkait dengan peningkatan daya saing industri.

Padahal, peningkatan daya saing menjadi kata kunci bagi sektor industri nasional dalam menghadapi tantangan ke depan, di antaranya dalam waktu dekat akan diberlakukannya ASEAN Community pada 2015.


Semen Tonasa

Di tempat terpisah, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas menargetkan produksi Semen Tonasa sekitar 6,5 juta ton pada 2013. Produksi itu diharapkan dapat meningkatkan pemasaran yang saat ini telah mengusai 20 persen pasar semen di Sulawesi. "Peningkatan produksi tersebut memungkinkan terealisasi karena penambahan kapasitas pabrik semen Tonasa V," ujar Andi saat ditemui Suara Karya di Makassar, baru-baru ini.

Selain itu, dia mengatakan, pihaknya mengucurkan dana kemitraan sebesar Rp 2,2 miliar kepada 306 pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan, Rabu (23/1). Menurut dia, pengucuran dana kemitraan tahap pertama pada 2013 dibagi menjadi dua wilayah, yaitu bagi pelaku UKM di sekitar pabrik Semen Tonasa dan pelaku usaha yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Pangkep. "Jumlah dana yang disalurkan pada ring pertama berkisar Rp 448 juta untuk 67 usaha kecil menengah dan Rp 1,7 miliar bagi 67 pelaku usaha kecil menengah diberbagai wilayah kabupaten Pangkep," ujar Andi Unggul.

Dia menambahkan, dana kemitraan bagi masyarakat Pangkep yang ingin mengembangkan usahanya itu merupakan pinjaman lunak dengan bunga 0,5 persen per bulan. (Joko Sriyono/Darwis Kusi) 



DAFTAR PUSTAKA









Jumat, 19 Desember 2014

POMPA

POMPA

1.     Definisi Pompa
Pompa adalah suatu mesin yang menambahkan energi ke cairan dengan tujuan untuk meningkatkan tekanannya atau memindahkan cairan tersebut melalui pipa. Pompa adalah jenis mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida melalui pipa dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudut-sudut menjadi energi tekanan pada fluida.

2.     Jenis-jenis Pompa
Secara garis besar, pompa dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
*      Pompa sentrifugal dan
*      Pompa positive displacement.
v  Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump)
Pompa sentrifugal adalah suatu pompa yang memindahkan cairan dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran impeler. Pompa sentrifugal mengubah enegi kecepatan menjadi energi tekanan. Ada juga yang menyebutnya sebagai mesin kecepatan karena semakin cepat putaran pompanya maka akan semakin tinggi tekanan (head) dihasilkan.
Ø  Cara kerja pompa sentrifugal :
Cairan masuk ke impeler dengan arah aksial melalui mata impeler (impeller eye) dan bergerak ke arah radial diantara sudu-sudu impeler (impeller vanes) hingga cairan tersebut keluar dari diameter luar impeler. Ketika cairan tersebut. meninggalkan impeler, cairan tersebut dikumpulkan didalam rumah pompa (casing). Salah satu desain casingdibentuk seperti spiral yang mengumpulkan cairan dari impeler dan mengarahkannya ke discharge nozzle. Discharge nozzle dibentuk seperti suatu kerucut sehingga kecepatan aliran yang tinggi dari impeler secara bertahap turun. Kerucut ini disebut difuser (diffuser). Pada waktu penurunan kecepatan di dalam diffuser, energi kecepatan pada aliran cairan diubah menjadi energi tekanan.
ü  Keuntungan dan kerugian pompa sentrifugal :
Keuntungannya :
  • Merupakan jenis yang paling umum/ banyak digunakan
  • Konstruksinya sederhana
  • Operasinya andal
  • Harganya murah
  • Kapasitasnya besar
  • Efisiensinya bagus
  • Dapat digunakan untuk suhu tinggi
Kerugiannya :
  • Cocok untuk cairan yang viskositasnya rendah
  • Tidak self priming, walaupun dengan desain khusus dapat dibuat menjadi self priming
  • Tidak cocok untuk kapasitas yang kecil

  1. Klasifikasi Pompa

Menurut prinsip perubahan bentuk energi yang terjadi, pompa dibedakan menjadi :
  1. Positive Displacement Pump
Disebut juga dengan pompa aksi positif. Energi mekanik dari putaran poros pompa dirubah menjadi energi tekanan untuk memompakan fluida. Pada pompa jenis ini dihasilkan head yang tinggi tetapi kapasitas yang dihasilkan rendah. Yang termasuk jenis pompa ini adalah :
a. Pompa rotari
Sebagai ganti pelewatan cairan pompa sentrifugal, pompa rotari akan merangkap cairan, mendorongnya melalui rumah pompa yang tertutup. Hampir sama dengan piston pompa torak akan tetapi tidak seperti pompa torak (piston), pompa rotari mengeluarkan cairan dengan aliran yang lancar (smooth).
Macam-macam pompa rotari :
Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana. Apabila gerigi roda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ada diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan keluar apabila giginya bersatu lagi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh50w_P-wusqxC_nY6E38JlQyGv_7F70-A_uJfmNyyLeW5g8S5VQNrX5-SzF4pj9jBM4Hn1KJcRWXxwp5KCvCN6VHOf50oUXjzm-dWRJUeX7BBY6TgqfzSQIWbRX3ox-h9DYT0MpnHzCHw/s320/blog+pompa.jpg
Gambar 1 : Pompa roda gigi luar

  • Pompa roda gigi dalam
Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan roda gigi kecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk bulan sabit dapat digunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8_DLZC0Ihe9q0asgIlGa3by0zpFVF_5jwz7u0oXupeovbpvfZblrGMsIDGJvLzUl8mxVE2whiwSHUx17CAgsmVcBk9U_D9lHBQyFFg0gm9QOgVSGiAHDoTWRDJorkiEtTNfPbU12Efps/s320/blog2.jpg
Gambar 2 : Lobe pump

  • Pompa cuping (lobe pump)
Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan mempunyai 2 rotor atau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih pada masing-masing rotor. Putaran rotor tadi diserempakkan oleh roda gigi luarnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKLOovWC06QPUfS_I8JLS_XB9F9d4JLto5b3DNOHmFhwPsMQfDnM2gKP3aPw9OgIPQIZkoD7n7xVOr7iGBbwuT0CmgRYatgbGxcp6L2HXnq6l9AqrVmlS6HSmTA4dCYKOSEUmErG5OfJM/s320/blog3.jpg
Gambar 3 : Lobe pump

  • Pompa sekrup (screw pump)
Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang diam. Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator atau lapisan heliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup masing-masing mempunyai satu atau dua sekrup bebas (idler).

Gambar 4 : Three-scrow pump


  • Pompa baling geser (vane Pump)
Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang rumah pompa oleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling dibawa berputar dan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9LblApH-IZ0H-bIp_33BelqA_1dRMWQ59EdC2DZVj-oSNSRt6nF7kru4gLYjvqV0bd4VVrDybIvvF0lQJ5p1lJKxlw5wlHqCoNZs7oHV68qMSoAZO-RXkVfM0Rpv6J1mK0qdoz3PuKfw/s320/blog5.jpg
Gambar 5 : Vane pump
b. Pompa Torak (Piston)
Pompa torak mengeluarkan cairan dalam jumlah yang terbatas selama pergerakan piston sepanjang langkahnya. Volume cairan yang dipindahkan selama 1 langkah piston akan sama dengan perkalian luas piston dengan panjang langkah.
Macam-macam pompa torak :
Menurut cara kerja
  • Pompa torak kerja tunggal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEgUKTH1W_7aR-z20dDgj28vNqL_7sgdI_ZjhBVfJHFghaL7_I7oil9GU1cWh8IgUCM8seR51Ft2KCyTPsfjQ8q-LABbZ82a1q0_POD8WKZVNBXT5YiZpZsuUx1XMcUVUXwzERnF8wIc8/s320/blog6.jpg
Gambar 6 : Pompa kerja tunggal
  • Pompa torak kerja ganda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgivZwAOiE9ak2kGJBLxu-ozqvUfz-ZlpW-pZkY2s4qRXWK-CNbI7a-KuYgvFh5x1BXE1ThZ5Jxl5mUKbLMQ0_Ac2VphKrkpdaNP-Aj8xdvDRDRlZ8jFWLCwdhMivB6OUC3thkT-t8l0vI/s320/blog7.jpg
Gambar 7 : Pompa kerja ganda



• Menurut jumlah silinder :

o Pompa torak silinder tunggal


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjnlHln7R7CgIarU1XCXFG1zbPr5lLjWE9aEpJ_SfwrzXh8dCaHsNSheIgqKoglKT3AhPsPI5k8o4LkFUKgBLech0NdtXxS9B3XpqzWe8CttSKuxrTrsBTOzgyvtvLZ_XEAVsyr1P5C1U/s320/blog8.jpg
Gambar 8 : Pompa torak silinder tunggal




o Pompa torak silinder ganda

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUE1SHytpqrbohb0YBDTFFvlyWl9UhGCKgDmBr8VUq7XrLE7OoCOHzjS2Bb4txOGF-RAZOGkpWgV8XD45M5vrp_XIiJjH2IXTaekBOFQ67746XqUUQXczLFc5aGUXPbvGcFkhYB31amZ4/s320/blog9.jpg
a. Swashplate pump    b. Bent – axis pump
Gambar 9 : Pompa torak silinder ganda

2. Dynamic Pump / Sentrifugal Pump
Merupakan suatu pompa yang memiliki elemen utama sebuah motor dengan sudu impeler berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat oleh impeler yang menaikkan kecepatan fluida maupun tekanannya dan melemparkan keluar volut.
Prosesnya yaitu :
- Antara sudu impeller dan fluida
Energi mekanis alat penggerak diubah menjadi energi kinetik fluida
- Pada Volut
Fluida diarahkan kepipa tekan (buang), sebagian energi kinetik fluida diubah menjadi energi tekan.
Yang tergolong jenis pompa ini adalah :               
a. Pompa radial.
Fluida diisap pompa melalui sisi isap adalah akibat berputarnya impeler yang menghasilkan tekanan vakum pada sisi isap. Selanjutnya fluida yang telah terisap terlempar keluar impeler akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh fluida itu sendiri. Dan selanjutnya ditampung oleh casing (rumah pompa) sebelum dibuang kesisi buang. Dalam hal ini ditinjau dari perubahan energi yang terjadi, yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan kesudu-sudu impeler, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida.
Akibat gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah pompa dan didalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagian besar diubah menjadi energi tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal dalam arah aksial dan keluar pompa dalam arah radial. Pompa sentrifugal biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head medium sampai tinggi dengan kapasitas aliran yang medium. Dalam aplikasinya pompa sentrifugal banyak digunakan untuk kebutuhan proses pengisian ketel dan pompa-pompa rumah tangga.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhumaXnxblDY1kpHZ59NHc-lzcb607Pu19WrAcChJbEAkjYniywdBhLGocVq-V7vAI9lZ_CXr_3SXXEHHmGPaanPxWCaeXKcgg2lMRTg0nvF5l6Q25uSEHwPF9lb1m4nB8nLSG_u8Tszk/s320/blog10.jpg
Gambar 10 : Pompa Sentrifugal
b. Pompa Aksial (Propeller)
Berputarnya impeler akan menghisap fluida yang dipompa dan menekannya kesisi tekan dalam arah aksial karena tolakan impeler. Pompa aksial biasanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya pompa aksial banyak digunakan untuk keperluan pengairan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB8H7ojXgqqwh7K10aXu-DXTXYcogf3s7Wza9w4_1xrRvOlNumU5TBw6DLr8EauSHPs3YxJPEZyh2QJyMURs9UgP82wyAT0qYFk8bArLvSAIak5aZVLIbCN2M-i8Povy1x4nlTveeYEgg/s320/blog11.jpg
Gambar 11 : Pompa aksial
c. Pompa Mixed Flow (Aliran campur)
Head yang dihasilkan pada pompa jenis ini sebagian adalah disebabkan oleh gaya sentrifugal dan sebagian lagi oleh tolakan impeler. Aliran buangnya sebagian radial dan sebagian lagi aksial, inilah sebabnya jenis pompa ini disebut pompa aliran campur.